Karakteristik sifat fisiko-kimia dan organoleptik keju Krim akibat Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Bahan Pengasam (Asam Sitrat dan Asam Asetat) YOHANA KURNIAWATI S 1) , Simon B. Widjanarko 2)
1) Alumni S-1 Jurusan THP, Fak. Teknologi Pertanian UB Malang
2) Guru Besar Jurusan THP, Fak. Teknologi Pertanian UB Malang
RINGKASAN
Salah satu produk keju yang mulai digemari di Indonesia adalah keju krim. Keju krim adalah salah satu produk keju lunak yang terkoagulasi oleh asam yang berasal dari kultur starter asam laktat, seperti Lactococcus dan Leuconostoc. Penggunaan kultur starter inilah yang menyebabkan harga keju krim mahal karena pembuatan keju menjadi lebih rumit dengan adanya proses peremajaan dan penginokulasian kultur. Untuk itu, penggunaan kultur starter akan digantikan oleh asam organik seperti asam sitrat dan asam asetat. yang diharapkan dapat
Asam sitrat dan asam asetat adalah asam-asam organik yang dapat dengan mudah diperoleh dan murah. Penggunaan asam sitrat dan asam asetat diharapkan dapat menekan harga dan meningkatkan efektifitas waktu dalam pembuatan keju krim.
Penelitian ini disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor I adalah jenis bahan pengasam (asam sitrat dan asam asetat). Faktor II adalah konsentrasi bahan pengasam (0,3%, 0,4%, dan 0,5%), dimana setiap perlakuan diulang tiga kali. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan ANOVA, apabila terdapat beda nyata, dilakukan uji beda BNT. Jika terdapat interaksi yg nyata, dilakukan uji lanjut DMRT. Pemilihan perlakuan terbaik dengan metode indeks efektifitas. Perlakuan terbaik dibandingkan dengan keju krim yang ada di pasaran (merk Lactos) menggunakan uji t.
Jenis bahan pengasam (asam sitrat dan asam asetat) berpengaruh terhadap kadar protein, kadar lemak, pH, viskositas, dan daya oles. Konsentrasi bahan pengasam berpengaruh terhadap kadar air, kadar protein, kadar lemak, pH, rendemen, viskositas, dan daya oles. Parameter warna (tingkat kecerahan, kemerahan, dan kekuningan) tidak berpengaruh nyata terhadap kedua perlakuan. Sedangkan interaksi antara kedua perlakuan tidak berpengaruh terhadap semua parameter yang diteliti.
Perlakuan terbaik berdasarkan parameter fisik, kimia, dan organoleptik dihasilkan pada keju krim dengan bahan pengasam asam asetat dan konsentrasi 0,3%, dengan karakteristik nilai kadar air 66,38%, kadar protein 12,12%, kadar lemak 12,67%, pH 5,57, rendemen 14,81%, viskositas 519,44 d.Pas, daya oles 6,23 cm, kecerahan (L) 72,31, warna merah (a*) 22,40, dan warna kuning (b*) 18,09. Nilai organoleptik warna 4,85 (agak menyukai), aroma 4,05 (netral), viskositas 5,00 (agak menyukai), dan rasa 4,65 (netral).
Uji beda parameter fisik keju krim perlakuan terbaik dengan produk keju krim di pasaran (merk “Lactos) menunjukkan tidak berbeda nyata pada parameter warna, tetapi berbeda nyata (α=0,05) pada daya oles dan berbeda sangat nyata (α=0,01) pada viskositas. Uji beda parameter kimia menunjukkan beda yang sangat nyata pada kadar air, kadar protein, kadar lemak, dan pH. Uji beda parameter organoleptik menunjukkan tidak berbeda nyata pada warna, viskositas, dan rasa, tetapi berbeda sangat nyata pada aroma (α=0,01).
Kata Kunci : keju krim, asam sitrat dan asetat, sifat fisiko-kimia dan organoleptik keju krim. Starter bakteri asam laktat.









