FEIN, FOOD ENERGY INFO

CHARACTERISTICS FAT REPLACERS (ringkasan Simon BW)

Juni 11, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Here characteristics of fat replacers used in meat low fat contents/meat products. Generally fat replacers in use in low meat products are Carbohydrate based fat replacers such as: Gums, inulin, maltodextrins, oatrim (hydrolized oat flour) starches.

Few names of those fat replacers as belows:

fat-replacer-in-meat

Kategori: tulisan ringan
Ditandai: , ,

Nilai gizi KEJU dan Komponen cita rasa keju

Juni 11, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Keju dihasilkan dari “curd” (bagian susu yang tergumpalkan) susu dengan memisahkan “whey” (bagian susu yang berbentuk cairan setelah “curd” terbentuk dan dipisahkan) dan dengan mematangkan “curd” pada mikroflora tertentu (Belitz and Grosch, 1999). Keju kaya akan asam amino esensial dan sejumlah besar mineral dan vitamin. Kandungan nutrisi dari keju dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1 Kandungan Nutrisi Per 100 gram Keju

Komponen

Jumlah

Energi (Kal)

Protein (g)

Kalsium (mg)

Phospor (mg)

Vitamin A (IU)

Vitamin B (mg)

Riboflavin (mg)

Vitamin D (IU)

392000

23,7

870

610

1740

0,0015

0,50

13

Sumber: Spreer (1998)

Menurut Spreer (1998), di dunia ada lebih dari 2000 macam keju yang dibuat dengan proses yang berbeda. Klasifikasinya dapat dibedakan menjadi beberapa aspek, dan dilakukan di setiap negara dengan kriteria yang berbeda. Klasifikasi umum dibedakan menjadi tiga kelompok besar, yaitu:

1. Rennet atau keju alami. Diproses dari susu menggunakan enzim proteolitik (rennet) dan asam, serta melibatkan sedikit banyak proteolitik pada proses pemeramannya.

2. Keju segar atau keju yang tidak diperam (Quarg, keju segar, keju putih). Cara pembuatannya sama dengan keju rennet, tetapi mempunyai derajat keasaman tinggi dan tidak mengalami proses pemeraman dengan proteolitik.

3. Keju yang tahan lama (keju olahan). Umumnya terbuat dari rennet yang diberi perlakuan panas dan dibuat dengan bentuk kotak yang stabil.

Klasifikasi lain berdasarkan aspek dan karakteristik keju, yaitu:

1. Jenis proses (keju rennet, keju asam – rennet, keju “curd” asam, keju olahan)

2. Jenis konsistensi (keju keras, semi lunak, lunak)

3. Jenis susu (sapi, domba, kambing)

4. Komposisi kimia (komponen kalsium dan pH, total padatan, air, lemak)

5. Proses pemeraman ( keju yang diperam dan keju yang tidak diperam atau keju segar)

6. Variasi rasa

7. Jenis formasi lubang (lubang besar, sedang, dan kecil, celah, lubang yang tidak beraturan, tanpa lubang)

Komponen Pembentuk Citarasa

Hasil penelitian Chin and Rosenberg (1997) menunjukkan bahwa keju Cheddar yang dibuat dari susu dengan lemak penuh dan susu dengan lemak rendah mempunyai perbedaan dalam menghasilkan komponen citarasa.

Hasil penelitian Akalin et al. (2002) menunjukkan bahwa keju Pickled White mengandung asam-asam organik, seperti asam format, piruvat, laktat, asetat, orotat, sitrat, propionat dan butirat.

Keju yang dibuat dengan menggunakan biakan bakteri starter Lactococcus lactis mempunyai komponen citarasa seperti pada Tabel 2

Hasil penelitian Qian and Reineccius (2002; 2003) menunjukkan bahwa keju Permigioano-Reggiano ditemukan memiliki komponen citarasa 2-Heptanon dengan intensitas citarasa sangat kuat. Qian and Reineccius (2002) juga menemukan komponen citarasa 2-Andekanon yang mempunyai intensitas citarasa yang kuat. Hasil penelitian Metzger et al. (2001) pada keju yang dibuat dengan biakan bakteri starter yang dikombinasikan dengan khamir juga ditemukan bahwa komponen citarasanya adalah 2-Heptanon. Komponen citarasa kelompok asam untuk keju Permigiano-Reggiano disajikan pada Tabel 2.6.

Tabel 2 Komponen pembentuk citarasa keju yang dibuat dengan mengguna-kan biakan bakteri L. lactis (Centeno et al., 2002)

Komponen

Jenis Senyawa Kimia

Aldehid

Asetaldehid

Butanal

2-Metilpropanal

2-Metilbutanal

Alkohol

Etanol

2-Propen-1-ol

2-Butanol

2-Metilpropanol

2-Metilbutanol

2-Metil-2-Buten-1-ol

Keton

Aseton

2,3-Heptanodion

2-Heptanon

Ester

Propil asetat

2-Butil asetat

Isobutil asetat

Etil butirat

Butil asetat

Isoanil asetat

Isobutil butirat

Etil kaproat

Isoanil butirat

Etil kaprilat

Metil kaproat

Bensenik

Toluen

Sulfur

Dimetilsulfur

Tabel 3. Komponen pembentuk citarasa dari kelompok asam yang dijumpai dalam keju Permigiano-Reggiano (Qian and Reineccius, 2002)

Komponen

Karakter Citarasa

Intensitas Citarasa

Asam asetat

Asetat

Kuat

Asam propionate

Asam

Ringan

Asam 2-metilpropionat

Aroma keju

Sangat ringan

Asam butanoat

Aroma keju

Kuat

Asam 3-metilbutanoat

Asam

Sangat ringan

Asam pentanoat

Asam

Sangat ringan

Asam heksanoat

Aroma keju

Kuat

Asam heptanoat

Aroma keju

Sangat ringan

Asam oktanoat

Aroma keju

Kuat

Asam dekanoat

Asam

Ringan

Asam dodekanoat

Aroma sabun

Sangat ringan

Kategori: tulisan ringan
Ditandai: , ,

PEMBUATAN MINUMAN JELI WORTEL DARI PORANG

Juni 11, 2008 · & Komentar

Studi Pembuatan Minuman Jeli Wortel dengan Tepung Porang dan Karagenan sebagai Bahan Pembentuk Gel Ditinjau dari Sifat Fisik, Kimia dan Organoleptik

Ika Mariana, STP1)

Simon Bambang Widjanarko2), Siti Narsito Wulan2)

1) Alumni THP FTP UB 2008, 2) Dosen Jur. THP FTP, UB

ABSTRAK

Karagenan biasanya digunakan sebagai bahan pembentuk gel. Karagenan merupakan bahan yang diimpor dan memberikan sifat sineresis. Di sisi lain porang dapat membantu mengurangi tingkat sineresis. Pencampuran dua bahan pembentuk gel ini dapat menghasilkan gel elastis yang cocok dengan karakteristik minuman jeli. Tepung porang dan karagenan kaya akan serat, pencampurannya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan serat per harinya. Wortel digunakan dalam pembuatan minuman jeli karena kandungan β-karoten yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi total bahan pembentuk gel dan proporsi tepung porang : karagenan yang tepat dalam pembuatan minuman jeli wortel. Penelitian ini disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor dan tiga kali ulangan. Yang diteliti adalah konsentrasi total bahan pembentuk gel (%) dan faktor yang kedua yaitu proporsi tepung porang : karagenan.

Minuman Jeli drink yang dibuat memiliki karakteristik kualitas sebagai berikut: kadar β-karoten 9,53 mg/100g, kadar serat kasar 0,56%, total serat pangan 1,16%, kadar kalsium oksalat 1,59 mg/100 g, viskositas 0,50 dPa.s, sineresis 0,127 mg/g/menit, tingkat kecerahan (L) 30,7, tingkat kemerahan (a*) 7,97 dan tingkat kekuningan (b*) 15,73. Dengan tingkat kesukaan panelis terhadap tekstur 5,12, rasa 4,92, warna 4,52 dan aroma 6,00.

Komposisi kimia wortel adalah:

Kandungan gizi wortel untuk tiap 100 gram nya dapat dilihat dalam Tabel 2 sebagai berikut :

Tabel 2. Kandungan Gizi Wortel per 100 Gram

Jenis zat gizi

Jumlah

Air

Energi

Lemak

Karbohidrat

Serat

Kalium

Fosfor

Natrium

Kalsium

Magnesium

Vitamin C

Vitamin A

Vitamin B6

Niasin

Asam folat

87,7 g

43 kkal

0,19 g

10,14 g

3 g

323 mg

44 mg

35 mg

27 mg

15 mg

9,3 mg

28000 IU

0,14 mg

0,92 mg

14 mg

Sumber : USDA Nutrient Database (1999)

Kandungan β-karoten pada umbi wortel mentah adalah sebesar 8285 μg / 100g. β-karoten memberikan warna oranye cerah pada umbi wortel, β-karoten dimetabolisme oleh tubuh menjadi vitamin A jika ada garam empedu di saluran pencernaan (Nowick, 2006).

Beta karoten didalam tubuh dikonversi menjadi vitamin A. β-karoten sendiri termasuk dalam golongan karotenoida dan telah diidentifikasi terdapat lebih dari 600 jenis karoten yang berbeda. Antara lain yang cukup dikenal di dunia kesehatan adalah karoten, lutein dan lycopen (Anonymous, 2007a).

Tubuh akan mengkonversikan beta-karoten jadi vitamin A dalam jumlah secukupnya saja. Selebihnya akan tetap tersimpan sebagai β karoten. Sifat inilah yang menyebabkan β karoten berperan sebagai sumber vitamin A yang aman. Tidak seperti suplemen vitamin A yang bisa menyebabkan keracunan, jika diberikan secara berlebihan (Hariyadi, 2006).

Angka kecukupan vitamin A yang dianjurkan untuk berbagai golongan umur dan jenis kelamin di Indonesia dapat ditunjukan Tabel 3.

Tabel 3. Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Untuk Vitamin A

Golongan Umur (tahun)

Angka Kecukupan Gizi (RE)

Pria

Wanita

10 – 12

13 – 15

16 – 19

20 – 45

46 – 59

≥ 60

500

600

700

700

700

600

500

500

500

500

500

500

Sumber : Widyakarya Pangan dan Gizi (1998)

Aktivitas vitamin A seringkali dinyatakan dalam Satuan International (SI) atau International Unit (IU) dan Retinol Equivalent(RE). Satuan Internasional, RE dan ekivalennya adalah sebagai berikut (Almatsier, 2002) :

1 g RE = 1 μg retinol

1 g RE = 6 μg beta karoten

1 g RE = 12 μg karotenoid lain

1 g RE = 3,3 SI (Satuan Internasional) retinol

1 g RE = 9,9 SI (Satuan Internasional) beta karoten

 

Kata kunci : tepung porang, karagenan, bahan pembentuk gel, minuman jeli

Kategori: Uncategorized
Ditandai: , , , , ,

PROSEDUR PENGOLAHAN JELLY DRINK

Juni 11, 2008 · & Komentar

Dibawah ini prosedur pembuatan minuman jelly drink

proses-jelly

Kategori: Uncategorized
Ditandai: , , , ,