Studi Pembuatan Minuman Jeli Wortel dengan Tepung Porang dan Karagenan sebagai Bahan Pembentuk Gel Ditinjau dari Sifat Fisik, Kimia dan Organoleptik
Ika Mariana, STP1)
Simon Bambang Widjanarko2), Siti Narsito Wulan2)
1) Alumni THP FTP UB 2008, 2) Dosen Jur. THP FTP, UB
ABSTRAK
Karagenan biasanya digunakan sebagai bahan pembentuk gel. Karagenan merupakan bahan yang diimpor dan memberikan sifat sineresis. Di sisi lain porang dapat membantu mengurangi tingkat sineresis. Pencampuran dua bahan pembentuk gel ini dapat menghasilkan gel elastis yang cocok dengan karakteristik minuman jeli. Tepung porang dan karagenan kaya akan serat, pencampurannya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan serat per harinya. Wortel digunakan dalam pembuatan minuman jeli karena kandungan β-karoten yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi total bahan pembentuk gel dan proporsi tepung porang : karagenan yang tepat dalam pembuatan minuman jeli wortel. Penelitian ini disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor dan tiga kali ulangan. Yang diteliti adalah konsentrasi total bahan pembentuk gel (%) dan faktor yang kedua yaitu proporsi tepung porang : karagenan.
Minuman Jeli drink yang dibuat memiliki karakteristik kualitas sebagai berikut: kadar β-karoten 9,53 mg/100g, kadar serat kasar 0,56%, total serat pangan 1,16%, kadar kalsium oksalat 1,59 mg/100 g, viskositas 0,50 dPa.s, sineresis 0,127 mg/g/menit, tingkat kecerahan (L) 30,7, tingkat kemerahan (a*) 7,97 dan tingkat kekuningan (b*) 15,73. Dengan tingkat kesukaan panelis terhadap tekstur 5,12, rasa 4,92, warna 4,52 dan aroma 6,00.
Komposisi kimia wortel adalah:
Kandungan gizi wortel untuk tiap 100 gram nya dapat dilihat dalam Tabel 2 sebagai berikut :
Tabel 2. Kandungan Gizi Wortel per 100 Gram
|
Jenis zat gizi
|
Jumlah
|
|
Air
Energi
Lemak
Karbohidrat
Serat
Kalium
Fosfor
Natrium
Kalsium
Magnesium
Vitamin C
Vitamin A
Vitamin B6
Niasin
Asam folat
|
87,7 g
43 kkal
0,19 g
10,14 g
3 g
323 mg
44 mg
35 mg
27 mg
15 mg
9,3 mg
28000 IU
0,14 mg
0,92 mg
14 mg
|
Sumber : USDA Nutrient Database (1999)
Kandungan β-karoten pada umbi wortel mentah adalah sebesar 8285 μg / 100g. β-karoten memberikan warna oranye cerah pada umbi wortel, β-karoten dimetabolisme oleh tubuh menjadi vitamin A jika ada garam empedu di saluran pencernaan (Nowick, 2006).
Beta karoten didalam tubuh dikonversi menjadi vitamin A. β-karoten sendiri termasuk dalam golongan karotenoida dan telah diidentifikasi terdapat lebih dari 600 jenis karoten yang berbeda. Antara lain yang cukup dikenal di dunia kesehatan adalah karoten, lutein dan lycopen (Anonymous, 2007a).
Tubuh akan mengkonversikan beta-karoten jadi vitamin A dalam jumlah secukupnya saja. Selebihnya akan tetap tersimpan sebagai β karoten. Sifat inilah yang menyebabkan β karoten berperan sebagai sumber vitamin A yang aman. Tidak seperti suplemen vitamin A yang bisa menyebabkan keracunan, jika diberikan secara berlebihan (Hariyadi, 2006).
Angka kecukupan vitamin A yang dianjurkan untuk berbagai golongan umur dan jenis kelamin di Indonesia dapat ditunjukan Tabel 3.
Tabel 3. Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Untuk Vitamin A
|
Golongan Umur (tahun)
|
Angka Kecukupan Gizi (RE)
|
|
Pria
|
Wanita
|
|
10 – 12
13 – 15
16 – 19
20 – 45
46 – 59
≥ 60
|
500
600
700
700
700
600
|
500
500
500
500
500
500
|
Sumber : Widyakarya Pangan dan Gizi (1998)
Aktivitas vitamin A seringkali dinyatakan dalam Satuan International (SI) atau International Unit (IU) dan Retinol Equivalent(RE). Satuan Internasional, RE dan ekivalennya adalah sebagai berikut (Almatsier, 2002) :
1 g RE = 1 μg retinol
1 g RE = 6 μg beta karoten
1 g RE = 12 μg karotenoid lain
1 g RE = 3,3 SI (Satuan Internasional) retinol
1 g RE = 9,9 SI (Satuan Internasional) beta karoten
Kata kunci : tepung porang, karagenan, bahan pembentuk gel, minuman jeli