FEIN, FOOD ENERGY INFO

PEMBUATAN MINUMAN JELI WORTEL DARI PORANG

Juni 11, 2008 · 4 Komentar

Studi Pembuatan Minuman Jeli Wortel dengan Tepung Porang dan Karagenan sebagai Bahan Pembentuk Gel Ditinjau dari Sifat Fisik, Kimia dan Organoleptik

Ika Mariana, STP1)

Simon Bambang Widjanarko2), Siti Narsito Wulan2)

1) Alumni THP FTP UB 2008, 2) Dosen Jur. THP FTP, UB

ABSTRAK

Karagenan biasanya digunakan sebagai bahan pembentuk gel. Karagenan merupakan bahan yang diimpor dan memberikan sifat sineresis. Di sisi lain porang dapat membantu mengurangi tingkat sineresis. Pencampuran dua bahan pembentuk gel ini dapat menghasilkan gel elastis yang cocok dengan karakteristik minuman jeli. Tepung porang dan karagenan kaya akan serat, pencampurannya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan serat per harinya. Wortel digunakan dalam pembuatan minuman jeli karena kandungan β-karoten yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi total bahan pembentuk gel dan proporsi tepung porang : karagenan yang tepat dalam pembuatan minuman jeli wortel. Penelitian ini disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor dan tiga kali ulangan. Yang diteliti adalah konsentrasi total bahan pembentuk gel (%) dan faktor yang kedua yaitu proporsi tepung porang : karagenan.

Minuman Jeli drink yang dibuat memiliki karakteristik kualitas sebagai berikut: kadar β-karoten 9,53 mg/100g, kadar serat kasar 0,56%, total serat pangan 1,16%, kadar kalsium oksalat 1,59 mg/100 g, viskositas 0,50 dPa.s, sineresis 0,127 mg/g/menit, tingkat kecerahan (L) 30,7, tingkat kemerahan (a*) 7,97 dan tingkat kekuningan (b*) 15,73. Dengan tingkat kesukaan panelis terhadap tekstur 5,12, rasa 4,92, warna 4,52 dan aroma 6,00.

Komposisi kimia wortel adalah:

Kandungan gizi wortel untuk tiap 100 gram nya dapat dilihat dalam Tabel 2 sebagai berikut :

Tabel 2. Kandungan Gizi Wortel per 100 Gram

Jenis zat gizi

Jumlah

Air

Energi

Lemak

Karbohidrat

Serat

Kalium

Fosfor

Natrium

Kalsium

Magnesium

Vitamin C

Vitamin A

Vitamin B6

Niasin

Asam folat

87,7 g

43 kkal

0,19 g

10,14 g

3 g

323 mg

44 mg

35 mg

27 mg

15 mg

9,3 mg

28000 IU

0,14 mg

0,92 mg

14 mg

Sumber : USDA Nutrient Database (1999)

Kandungan β-karoten pada umbi wortel mentah adalah sebesar 8285 μg / 100g. β-karoten memberikan warna oranye cerah pada umbi wortel, β-karoten dimetabolisme oleh tubuh menjadi vitamin A jika ada garam empedu di saluran pencernaan (Nowick, 2006).

Beta karoten didalam tubuh dikonversi menjadi vitamin A. β-karoten sendiri termasuk dalam golongan karotenoida dan telah diidentifikasi terdapat lebih dari 600 jenis karoten yang berbeda. Antara lain yang cukup dikenal di dunia kesehatan adalah karoten, lutein dan lycopen (Anonymous, 2007a).

Tubuh akan mengkonversikan beta-karoten jadi vitamin A dalam jumlah secukupnya saja. Selebihnya akan tetap tersimpan sebagai β karoten. Sifat inilah yang menyebabkan β karoten berperan sebagai sumber vitamin A yang aman. Tidak seperti suplemen vitamin A yang bisa menyebabkan keracunan, jika diberikan secara berlebihan (Hariyadi, 2006).

Angka kecukupan vitamin A yang dianjurkan untuk berbagai golongan umur dan jenis kelamin di Indonesia dapat ditunjukan Tabel 3.

Tabel 3. Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Untuk Vitamin A

Golongan Umur (tahun)

Angka Kecukupan Gizi (RE)

Pria

Wanita

10 – 12

13 – 15

16 – 19

20 – 45

46 – 59

≥ 60

500

600

700

700

700

600

500

500

500

500

500

500

Sumber : Widyakarya Pangan dan Gizi (1998)

Aktivitas vitamin A seringkali dinyatakan dalam Satuan International (SI) atau International Unit (IU) dan Retinol Equivalent(RE). Satuan Internasional, RE dan ekivalennya adalah sebagai berikut (Almatsier, 2002) :

1 g RE = 1 μg retinol

1 g RE = 6 μg beta karoten

1 g RE = 12 μg karotenoid lain

1 g RE = 3,3 SI (Satuan Internasional) retinol

1 g RE = 9,9 SI (Satuan Internasional) beta karoten

 

Kata kunci : tepung porang, karagenan, bahan pembentuk gel, minuman jeli

Kategori: Uncategorized
Tagged: , , , , ,

4 tanggapan so far ↓

  • yusry // September 13, 2008 pada 5:34 am | Balas

    asalamualaikum wr.wb.
    pak kabarnya sedang di USA,?????…

  • simonbwidjanarko // September 13, 2008 pada 6:36 am | Balas

    Waalikum salam Mas Yusry: salam kenal ya. emang hamir 1,5 bulan di houston, sambil nengok cucu. trims ya sudah mampir di blog ini. wass

  • wahyutubari // Nopember 6, 2008 pada 1:06 am | Balas

    Assalamualaikum…
    pak simon.. mau tanya…
    saya kan penelitian tentang edible film porang berantioksidan dari sari wortel…
    yang mau saya tanyakan :
    apakah antioksidan pada edible film pada saat film dipanaskan pada pengering kabinet (suhu 40-45 derajat C) itu bisa hilang?? cara ekstraksi antioksidan dari wortel? apa cukup, menggunakan sari wortelnya saja?? makasih paak…

  • simonbwidjanarko // Nopember 9, 2008 pada 2:52 pm | Balas

    Sdr Wahyutubari; Sebaiknya sdr ekstrak zat/kandungan antioksidan dari wortelnya langsung bukan dari sari wortelnya. setelah dicampur dgn bahan edible film dari porang dikeringkan dgn 40-45 oC saya sendiri belum tahu. namun berdasarkan penel saya. setiap bahan yg dikeringkan walaupun dgn suhu 40-45 juga akan mengalamai peneurunan. seberapa besar penurunannya itu perlu penel. biasanya penurunan berkisar 10- 30% utk suhu rendah dan diatas 50 % utk suhu diatas 70 0C. namun sdr perlu studi pendahuluan dulu. eksttak wortel dikeringkan suhu sdr tsb lalau kalau dicampur dgn bahan edible film berapa turunnya. batu sdr lakukan penelitian dgn merancang metodologinya. selamat meneliti

Tinggalkan sebuah Komentar