FEIN, FOOD ENERGY INFO

UNSUR PENILAIAN SERTIFIKASI DOSEN

Juni 19, 2008 · & Komentar

Unsur penilaian sertifikasi dosen didasarkan atas dokumen portofolio dosen yang meliputi: (1) penilaian persepsional yang meliputi penilaian dari mahasiswa, teman sejawat, atasan langsung dan dosen yang diusulkan; (2) penilaian deskripsi diri dosen yang diusulkan atau disebut juga penilaian personal; dan (3) penilaian angka kredit (PAK). Sedangkan kelulusan sertifikasi dosen didasarkan pada:

1.      Rerata skor komponen dan total instrumen penilaian persepsional yang meliputi penilaian dari:

a.        mahasiswa,

b.        teman Sejawat,

c.        atasan langsung, dan

d.        dosen yang diusulkan.

2.      Rerata skor sub bagian dan bagian dari instrumen penilaian diskripsi diri dosen yang diusulkan atau disebut juga Penilaian Personal.

3.      Nilai konsistensi antara instrumen penilaian persepsional dan personal.

4.      Nilai Gabungan PAK dan nilai persepsional.

 

Instrumen persepsional terdiri dari kelompok skor untuk kompetensi (1) pedagogi, (2) profesional, (3) kepribadian, dan (4) sosial. Setiap butir instrumen diberi lima pilihan dengan kriteria sebagai berikut.

1 = sangat tidak baik/sangat rendah/tidak pernah

2 = tidak baik/rendah/jarang

3 = biasa/cukup/kadang-kadang

4 = baik/tinggi/sering

5 = sangat baik/sangat tinggi/selalu

Penilaian dilakukan oleh mahasiswa, teman sejawat, atasan langsung dan diri sendiri dosen ybs.

Hasil penilaian dimasukkan dalam rumus. Yang tidak mungkin saya jelaskan dalam tulisan ringkas ini. Untuk detailnya tunggu tulisan berikut atau dapat  dipelajari dari BUKU II SERTIFIKASI DOSEN. Sedangkan kelulusan dosen yang disertifikasi dihitung berdasarkan rumus. bagi yang gagal dilakukan lagi pembinaan oleh PANITIA SERTIFIKASI DOSEN (PSD) SETEMPAT atau PSD PERGURUAN TINGGI PENYELENGGARA (PTP) SERTIFIKASI DOSEN  PEMBINA seperti UB.

 

Tabel 1. Jumlah Penilaian Persepsional

N0

Penilaian dari

Jumlah

1

Mahasiswa

5

2

Teman Sejawat

3

3

Atasan Langsung

1

4

Dosen yang Diusulkan

1

 

Jumlah

10

 

Kategori: tulisan ringan
Ditandai:

EFEK PENGOLAHAN TERHADAP KOMPOSISI KIMIA & FISIK UBI JALAR UNGU DAN KUNING

Juni 19, 2008 · & Komentar

Komposisi ubi jalar ungu klon MSU dan Ayamurasaki seperti terlihat pada Tabel 1:

            Tabel 1. Komposisi Fisiko-kimia dari ubi jalar ungu

 

Sifat Kimia dan Fisik

MSU 03028-10

AYAMURASAKI

Kadar air

Kadar abu (%)

      60,18

2,82

67,77   

3,28

Kadar pati (%)

    57,66

  55,27

Gula reduksi (%)

      0,82

    1,79

Kadar lemak (%)

      0,13

    0,43

Kadar serat (%)

?

?

Kadar antosianin (mg/100g)

1419,40

923,65

Aktivitas antioksidan (%) *

    89,06

  61,24

Warna (L*)

  34,9

 37,5

Warna (a*)

  11,1

14,2

Warna (b*)

  11,3

11,5

 

            Seperti terlihat pada Tabel 1. Kandungan antosianin lebih tinggi pada MSU 03028-10 dari pada klon AYAMURASAKI.

 

Efek pengolahan penggorengan, pengukusan dan pengolahan ubi menjadi selai dapat dilihat pada table berikut.

 

Tabel 2. Persentase Retensi Kadar Total Antosianin pada Ubi Jalar Ungu

Klon/varietas

Proses

Total antosianin (mg/100g bk)

Persentase Retensi (%)

MSU 03028-10

Segar

1419,40

100

Goreng

?

41

Kukus

?

50

Selai

?

48

Ayamurasaki

Segar

923,65

100

Goreng

?

72

Kukus

?

91

Selai

?

30

 

            Hampir 50% kadar antosianin penyebab warna ungu pada ubi jalar ungu rusak akibat penggorengan, pengukusan dan pembuatan selai pada klon MSU 03028-10. Sedang kerusakan sekitar 10 – 30% terjadi pada ayamurasaki akibat penggorengan dan pengukusan, namun hampir 70% warna ungu rusak akibat proses pembuatan selai.

 

Tabel 3. Komposisi Kimia dan Fisik Ubi Jalar Segar Orange (dalam basis kering)

Sifat Kimia dan Fisik

MSU 01015-07

MSU 01015-02

 

Kadar air %

Kadar abu (%)

  79,29

6,15

77,43 

4,32

Kadar pati (%)

68,95

69,51

Gula reduksi (%)

  7,93

10,13

Kadar lemak (%)

  1,17

  1,08

Kadar serat kasar (%)

?

?

Kadar beta-karoten (mg/100g)

52,10

  9,48

Aktivitas antioksidan (%) *

10,95

  2,26

Warna (L)

Warna (a*)

Warna (b*)

68,7

77,3

30,6

11,2

55,2

47,5

 

Kadar β-caroten MSU 01015-07 jauh lebih tinggi dari MSU 01015-02. Ini sejalan dengan nilai a* yang menunjukkan warna kuning pada ubi jalar MSU 01015-07 lebih tinggi 30,6, sedang MSU 01015-02 sebesar 11,2.

 

Tabel 4. Retensi Kadar Beta-karoten pada Ubi Jalar Orange

Jenis klon

Proses

Beta-karoten

(mg/100g bk)

Persentase retensi

(%)

MSU 01015-07

Segar

52,10

100

Goreng

?

17,97

Kukus

?

24,78

Selai

?

1,86

MSU 01015-02

Segar

9,48

100

Goreng

?

46,52

Kukus

?

15,72

Selai

?

3,38

            Penggorengan dan pengukusan menyebabkan penurunan kadar β-caroten 17 % dan 24% pada MSU 01015-07, namun lebih dari 98% β-caroten pada ubi jalar kuning rusak akibat pembuatan selai. Sedang pada  ubi jalar klon MSU 01015-02 penggorengan menyebabkan 54% β-caroten rusak. Sedang 96% β-caroten rusak karena proses pembuatan selai. Semoga bermanfaat.

Kategori: tulisan ringan
Ditandai: , , ,