Analisis FTIR campuran isolat protein dan glukomannan menunjukkan pita pada 569,93 cm-1 berdasarkan C=O kel. bid. bend; pita pada 1028,95 berdasarkan C-OH stretch, dan CH kel. bid. def; pita pada 1095,49 cm-1 berdasarkan CH kel bid. def, dan H-C=O bend; pita pada 1395,4 cm-1 berdasarkan C-N stretch, CH3 bend sym, dan H-C=O bend; pita pada 1461,94 cm-1 berdasarkan CH3 bend. antisym, CH2 bend, ring aromatic stretch, dan C-N stretch; pita pada 1517,87 cm-1 berdasarkan overtone dan kombinasi; pita pada 1641,31 cm-1 berdasarkan C=C stretch, C=O stretch, ring aromatic stretch; pita pada 2090,69 cm-1 berdasarkan getaran overtone dan kombinasi; pita pada 3488,99 dan 3435,95 cm-1 berdasarkan OH stretch monomer, dan NH2 stretch.
Interaksi isolat protein (campuran tepung terigu, tepung kedele dan tepung jagung) dengan tepung glukomanan di duga melalui 2 teori. Teori pertama, gugus aromatik tersebut merupakan gugus aromatik protein yang berada dalam campuran protein dan glukomannan dan ikut teranalisa dengan tehnik FTIR. Teori kedua, terjadi interaksi antara protein dengan glukomannan melalui ikatan hidrogen, dimana menurut Yin and Zhang (2001), pada campuran isolat protein kedelai dan glukomannan, penambahan isolat protein kedelai menyebabkan peningkatan nyata pada viskoelastisitas campuran, hal ini menandakan interaksi antara dua biopolimer tersebut yang kemungkinan terjadi akibat ikatan hidrogen.










3 tanggapan so far ↓
husniati // September 1, 2009 pada 6:02 am |
Pak, saya boleh mengetahui dimana saya bisa mendapatkan tepung glukomannan komersial. Terimakasih atas bantuan dan informasinya
simonbwidjanarko // September 3, 2009 pada 10:35 pm |
Sdr Husniati: bisa beli di PT AMBIKO MOJOSARI, atau di CV ARGO ALAM LESTARI KERTOSONO HARGA SEKITAR 30-mungkin 50 rb/kg
husniati // September 4, 2009 pada 5:48 am |
Mohon maaf karena informasi ini penting bagi saya, saya boleh minta kira-kira dimana bisa saya hubungi CV tersebut. PT ambico sudah saya hubungi tapi jawabannya terbatas.