FEIN, FOOD ENERGY INFO

EKSTRAKSI PIGMEN BAHAN NABATI By Simon BW

Juni 30, 2008 · & Komentar

Ekstraksi adalah proses pemisahan suatu bahan dari campurannya, biasanya dengan menggunakan pelarut. Ekstraksi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Ekstraksi menggunakan pelarut didasarkan pada kelarutan komponen terhadap komponen lain dalam campuran (Suyitno, 1989). Shriner et al. (1980) menyatakan bahwa pelarut polar akan melarutkan solut yang polar dan pelarut non polar akan melarutkan solut yang non polar atau disebut dengan “like dissolve like”.

Tehnik ekstraksi lainnya misalnya menggunakan air untuk mengambil pigmen alami dari tumbuhan, seperti: daun, dll. Contoh: Ekstraksi pigmen biru dari daun tanaman Baphicacanthus cusia Brem dan Indigofera tintoria Linn (Tanaman asli negeri Gajah Thailand). ekstraksi betasianin pada tanaman suku Amarantaceae dapat dilakukan dengan 2 tahap yaitu ekstraksi dengan menggunakan air kemudian dilanjutkan dengan menggunakan metanol 80%. Namun ekstraksi pewarna alami dengan metanol, diragukan aspek keamanan pangannya.

Ekstraksi zat warna bunga kembang sepatu dengan menggunakan pelarut alkohol 95% lebih baik dari pada alkohol 70%. Demikian pula ekstraksi zat warna kulit rambutan lebih baik dilakukan pada alkohol 95%. Suhu dan lama pemanasan pada saat ekstraksi pigmen juga akan berpengaruh terhadap rendemen maupun kestabilan warna pigmen. Suhu ekstraksi terlalu tinggi, akan menimbulkan efek pemucatan pada warna pigmen alami. Kadar antosianin pada dedak sorgum lokal varietas coklat cenderung meningkat dengan meningkatnya suhu dan lama ekstraksi (30, 35 dan 40oC) (Muhsin, 2007). pH larutan ekstraksi juga berpengaruh terhadap kestabilan warna pigmen.

Ekstraksi daun darah (Alternanthera dentata) dengan perlakuan suhu (4, 30 & 60 oC) dan proporsi air : etanol (8:2; 5:5 & 2:8) disimpulkan perlakuan suhu ekstraksi 30oC dan pelarut air:etanol perbandingan 5:5 (v/v) didapatkan kadar betasianin 45,81 mg/100g, persen betasianin terekstrak 81,05%, residu etanol 0,099%, pH 6,68, Tingkat kecerahan 24,4, intensitas warna merah 4,7 dan intensitas warna kuning 7,9. Sedang esktraksi pigmen kulit buah tamarillo menunjukkan perbandingan bahan:pelarut 1:4 dan lama ekstraksi 1 jam dengan kadar asam askorbat 2,3466 mg/100 ml, kadar antosianin 197,4643 mg/l, pH 1,5667, Nilai L 22,7, Nilai a* 28,2333, Nilai b* 16,6167, residu alkohol 0,6833 %, persen asam askorbat terekstrak 5,7364 % dan persentase rendemen antosianin 0,7382.10-2 %.  More ekstraksi-antosianin-2 ; pigmen-extraction-indigo

Kategori: tulisan ringan
Ditandai: , , , , , ,

29 tanggapan so far ↓

  • Fitriyah // Agustus 9, 2008 pada 1:39 pm | Balas

    Bagaimana cara membuat ekstrak tanaman dengan menggunakan etanol? apa beda penggunaan etanol dengan alkohol pada ekstraksi tanaman.

  • simonbwidjanarko // Agustus 29, 2008 pada 4:01 pm | Balas

    Mbak Fitriayah: cara mengekstrak tanaman dgn etanol. bahan sdr diiris kecil-2 atau di haluskan, di iris dgn pisau lalu digiling dgn mortar sampai halus. lalu diekstrak dgn etanol 70 atau 80%. etanol teknis saja. ekstraksi dalam erlenmeyer 250 cc, pakai stirer. waktunya ya terserah 30 menit atau 2 jam ini semua tergantung penelitian sdr. Beda etanol dan alkohol sebenarnya sama saja. etanol nama kimianya alkohol nama umumnya. tergantung kadarnya berapa Utk analisis (pro analysis/p.a.) atau alkohol/ etanol teknis. wass

  • riri // September 15, 2008 pada 3:05 am | Balas

    assalamualaikum.
    akar tanaman mengkudu dapat dibuat pewarna pakaian.bagaimana cara mengekstraksinya?apa cukup dengan air saja?bagaimana agar dihasilkan warna yang bagus?kondisi apa saja yang mempengaruhiya?
    terimakasih sebelumnya.
    wass.

  • simonbwidjanarko // September 15, 2008 pada 8:37 pm | Balas

    Waalaiukum salam: ekstraksi bahan tanaman biasanya pakai alkohol/etanol teknis 70/ 80%. Yg mempengaruhi ekstraksi: suhu, waktu/lama ekstraksi, tekanan/pengadukan. Ini 3 faktor yg penting. Tentu anda perlu riset dulu. saya ngak tahu tentang ekstraksi akar tanaman mengkudu. ya riset dulu mbak. selamat riset. Nanti kapan-2 disambung lagi diskusinya. semoga bisa menjawab pertanyaan anda. wass

  • rizal // September 16, 2008 pada 2:40 pm | Balas

    pak, kalo mau melakukan ekstraksi untuk mendapatkan karbohidrat bagaimana caranya yach?

  • simonbwidjanarko // September 17, 2008 pada 4:56 am | Balas

    mas rizal: bahan yang mau diekstrak apa dulu. Umbi, batang, biji atau daun. But no matter those materials, principally, ekstraksi karbohidrat biasanya dengan air saja. seperti mau ambil karbohidrat dari empulur batang sagu, atau umbi ketela pohon. ya, umbi diparut atau batang sagu dicacah, lalu dikocori atau ditambahkan air secukupnya, atau dialiri air mengalir, maka karbohidrat akan terbawa air. larutan/campuran ini diendapkan, pati disekrop/dikumpulkan dan dikeringkan, bungkus dapat deh karbohidratnya. Trims udah mampir di blog ini. wassalam selamat berpuasa.

  • Aji // September 18, 2008 pada 6:11 am | Balas

    Ass. Pak gimana caranya untuk mengekstraksi batang kayu siwak, dan zat apa saja kandungan yang penting dari siwak bagi kesehatan mulut dan gigi ??? dan apakah membutuhkan pelarut tertentu dalam mengekstraksi zat tersebut ??
    Trims.

  • simonbwidjanarko // September 18, 2008 pada 8:51 am | Balas

    Sdr Aji: waalikum salam: jawaban saya seperti pada sdr riri. Lihat di jawaban komentar saya pada riri di halaman ini. Saya sendiri belum melakukan penelitian tentang kandungan kayu siwak. jadi SAYA TIDAK TAHU. namun layaknya umumnya ekstrak kayu atau tanaman. Biasanya kandungan bahan ekstrak bahan adalah: tanin, alkaloid, tar dan sejenis. semua zat ini asam dan menurunkan keasaman/pH medium, air liur atau gigi dan mulut sehingga mikroba pembusuk tidak bisa hidup. Namun untuk pastinya ya anda harus meneliti. OK wass

  • Ferry // Oktober 13, 2008 pada 9:50 am | Balas

    ass.
    Pak mau tanya.
    apakah untuk tiap ekstraksi itu perlu dihaluskan ?
    kalau dihaluskan/ giling caranya misahin dengan dau/ fibernya gimana ?
    mohon balas secepatnya.

  • simonbwidjanarko // Oktober 14, 2008 pada 6:01 am | Balas

    Sdr ferry: ya harus dihaluskan, karena namanya ekstraksi, kita mau mengambil zat yg kita inginkan agar larut sempurna zat yg kita cari kita ekstrak dgn alkohol 70-80% teknis atau pelarut lainnya. misahkannya, ya setelah diekstrak seperti yg saya tulis itu, disaring dulu dgn whatman, residu disekstrak lagi dgn pelarut, disaring lagi. nah filtratnya dicuci dgn air spt yg saya tulis, lalu fase diatas dikumpulkan dipekatkan dapat deh kita zat kita mau ambil. semoga jelas.

  • aci // November 3, 2008 pada 11:16 am | Balas

    ass.
    Pak mau tanya.Berapa lama waktu ekstraksi yang paling baik utk ekstraksi zat warna antosianin dari suatu bunga ?dan bagaimana cara ukur pHnya?
    mohon dibalas. Trima kasih sblumnya

  • simonbwidjanarko // November 9, 2008 pada 2:33 pm | Balas

    Waalaikum salam: Sdr Aci: tergantung jenis bunganya. dan jawaban saya sebenarnya secara ilmiah perlu penel. dulu. namun secara umum waktu ekstraksi zat warna anthosianin dari tanaman biasanya berkisar 30 menit sampai 2 jam dengan tehnik perkolasi pakai alkohol 70-80% teknis. Cara mengukur pH dengan kertas lakmus atau diukur dgn alat pH meter. semoga membantu.

  • simonbwidjanarko // November 9, 2008 pada 2:35 pm | Balas

    Waalaikum salam: Sdr Aci: tergantung jenis bunganya. dan jawaban saya sebenarnya secara ilmiah perlu penel. dulu. namun secara umum waktu ekstraksi zat warna anthosianin dari tanaman biasanya berkisar 30 menit sampai 2 jam dengan tehnik perkolasi pakai alkohol 70-80% teknis. Cara mengukur pH dengan kertas lakmus atau diukur dgn alat pH meter. semoga membantu.

  • Novi // November 13, 2008 pada 8:36 am | Balas

    Assalamualaikum
    Pak,saya mau tanya, minimal berapa banyak bahan yang dibutuhkan untuk mengekstraksi zat warna pada kelopak rosela/mawar?
    Terima kasih

  • simonbwidjanarko // November 13, 2008 pada 10:41 pm | Balas

    www:
    Sdi Nove: kalau untuk penelitian biasanya sekitar 300 – 500 gram. kalau untuk komersial ya tergantung besar alat ekstraktornya bisa 2 – 5 liter. 300 gram bahan diekstrak dalam erlenmeyer 500 cc sudah bisa. namun anda juga bisa cuma 100 g bahan diekstrak dgn alkohol 70-80% teknis atau p.a. dlm erlenmeyer 500 ml. semoga membantu. wass

  • akbar, buny // November 18, 2008 pada 9:21 am | Balas

    Ass.
    Pak, mau tanya..apa nama jenis pewarna yang terkandung di buah pinang dan bagaimana cara agar pewarna alami dapat lebih stabil dalam aplikasi ke produk pangan lainnya?

  • erza dan hera // November 19, 2008 pada 4:52 pm | Balas

    Pak, bagaimana cara ekstraksi dan pemurnian antosianin yang paling baik dan efisien secara umum. Saya akan melakukan ekstraksi dan pemurnian antosianin dari kulit buah naga.,trima kasih

  • simonbwidjanarko // November 21, 2008 pada 2:27 pm | Balas

    www:
    sdr akbar: wah nama jenis pewarna dlm buah pinang saya ngak tahu. karena belum penelitian utk itu. namun kira-2 ya sekitar karotenoids, termasuk beta karoten, may be yg lain. semua pewarna alami tidak bisa stabil dlm aplikasi pd produk pamngan. krn ini sdh sifat alamiahnya, berbeda dgn pewarna sintetis. Kecuali ada rekayasa teknilogi utk itu. wass

  • simonbwidjanarko // November 21, 2008 pada 2:33 pm | Balas

    sdr Erza: tehnik ekstraksi sudah saya jelaskan rinci di tulisan saya bab ekstraksi pigmen bahan nabati. semua bahan nabati termasuk antosianin buah naga sama saja tehniknya spt dlm tulisan saya. namun perlu dicoba / diteliti, jenis pelarut yg paling cocok, lakohol 70 -80% atau hexan dan aseton semua itu perlu penel. saya belum penel ekstraksi kulit buah naga jadi belum tahu. Anda coba cara perkolasi atau amserasi, lalu jenis pelarut hexan atau alkohol lalu didistilasi dan dipekatkan. coba nanti saya upload lagi summary penel saya ttg ekstraksi kulit buah-2an. wass

  • Akbar, Buny // Desember 22, 2008 pada 8:21 am | Balas

    Ass.
    Sangat saya nantikan Upload summary penelitian ttg ekstraksi kulit buah2an..terimakasih pak!

  • 71mm0 // Januari 6, 2009 pada 4:51 pm | Balas

    Selamat Malam menjelang dini hari Pak :D

    Banyak yang ingin saya tanyakan ;) daripada bpk capek, saya cuma ingin brtanya, dimana saya bisa memperoleh sumber (pdf, ebook, media digital lain) tentang ekstraksi, fraksinasi, isolasi dan identifikasi baik secara KLT, UV-Vis atau IR.. hehe.. Satu pertanyaan tapi byk ya pak? :P

    Terimakasih atas ksediaan bapak “meladeni” prtanyaan saya.

    Mari berjuang memajukan Indonesia melalui media blog ;)

    Salam blogger
    Salam Sains! :mrgreen:

    • simonbwidjanarko // Januari 14, 2009 pada 3:06 am | Balas

      maaf saya belum tahu soal itu. coba saya lihat reference saya. kalau dapat saya infokan. Ngak apa-2. namun akhir-2 ini saya sangat sibuk jadi sangat lambat menjawab pertanyaan dari blog ini. maaf ya. maklum badan cuman satu dipakai dimana-mana. bukan sombong lho mas. terima kasih udah mampir. wass

  • simonbwidjanarko // Januari 14, 2009 pada 3:08 am | Balas

    Sdr. rlin. ekstrak saja dgn alkohol 70 -80% dgn erlenmeyer 250 ml. pakai stirer ya. lalu bahan ekstrak di distilasi, sdr peroleh cairan pekat hasil ekstraksi sari daun sirih. iNI DISEBUT OLEORESIN. wass

  • simonbwidjanarko // Januari 14, 2009 pada 3:10 am | Balas

    Saya belum tahu khasiat atau kandungan batang buah naga. kalau anda punya sedikit uang kirimkan sampel sdr ke kami di simon bw. di lab saya bisa utk analisa proximate saja. kalau bahan aktif di lab saya juga belum bisa. ekstraksinya ya spt tulisan saya batang dihaluskan diekstrak dgn pelarut organik, didistilasi. diperoleh ekstrak pekat. gitu saja. wass

  • simonbwidjanarko // Januari 14, 2009 pada 3:12 am | Balas

    semua solvent utk ekstraksi ya pelarut organik apa, metanol, alkohol, hexane atau lainnya perlu dicoba dulu, baru di distilasi dan dipeorleh ekstraksinya. namun utk khlorofil saya akan cari dulu ya mas. maaf sekali terlambat balas, simon sangaaaat sibuk. ngak bisa ngopeni blog. maaf wass

  • simonbwidjanarko // Januari 14, 2009 pada 3:14 am | Balas

    caranya spt yg saya tulis dlm ekstraksi, ngak bisa saya jelaskan secara rinci. intinya. bahan dihaluskan, diekstrak dgn pelarut organik, anda harus mencoba sendiri. metanol, etanol atau hexane atau lainnya, lalu didistilasi dan dipeoleh bahan ekstrak dicampur bahan pembawa.tepung apa yg cocok lalu dikapsulkan. semoga membantu.

  • simonbwidjanarko // Januari 14, 2009 pada 3:16 am | Balas

    maaf ya saya ngak bisa beritahu secara detail karena saya juga belum penel utk itu. intinya. melati dibiarkan mekar diatas lemak, biasanya lemak babi, atau sapi or lainnya. lalu didistilasi degn condensor fraksinasi. diperoleh minyak melati. maaf sangaat terlambat simon sibuuuk banget wass

  • simonbwidjanarko // Januari 14, 2009 pada 3:19 am | Balas

    maaf ya mbak saya belum tahu soal itu. akan saya lihat dulu literaturnya. Seingat saya yg cocok pereagen antimon khlorida, utk metode spektrofotometri atau reagen Carr-Price warnanya vit A biru bila berekasi dgn ini. wass

Tinggalkan sebuah Komentar