FEIN, FOOD ENERGY INFO

Masukan dari September 2009

BIBIT PORANG Oleh: Simon BW

September 3, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

IMG_3062

Porang dapat ditanam pada semua jenis tanah. Asal tanah tidak becek dan tergenang. menurut pengalaman petani porang, porang yang ditanam dibawah tegakan jati, biasa lebih subur dan umbi nya besar-2. hal ini berkaitan dgn kesuburan tanah dibawah hutan jati. karena hutan jati, jelas lebih subur subur dari pada hutan rimba (sono keling atau lainnya) apalagi hutan kayu putih. solum tanahnya tipis, shg tanaman porang lebih cocok di tanam di bawah tegakan jati daripada hutan sono. dan tidak ada yg ditanam  di bawah hutan pohon Eucaliptus minyak kayu putih.)

Bibit porang dapat berupa umbi, katal/bubil atau biji. pada umumnya petani menanam dari umbi, kemudian secara otomatis. tanaman menghasilkan bubil/katak dan dari situ petani mendapatkan bibit baru. harga bibit saat ini mahal katak sekitar 21 ribu/kg, umbi Rp. 7.500/kg. (per sept 2009). Yang berminat bisa menghubungi simon BW.

Kategori: Uncategorized

PROSPEK PENGEMBANGAN PORANG DI KAWASAN HUTAN JAWA TIMUR Oleh: Prof. Ir. Simon B.W Ph.D.

September 3, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

IMG_3061

Potensi tanaman porang di Hutan Jawa Timur masih sekitar 1.000 Ha (versi LMDH). Namun menurut data perhutani saat ini 2009, tanaman porang sudah di tanam seluas 31.000 Ha.dan dalam tahun 2010 mendatang akan diperluas sampai 41.000 Ha. Porang ditanam oleh petani masyarakat desa hutan secara tumpang sari dengan pohon jati sebagai tanaman pokok. Para petani tsb tergabung pada badan hukum yang disebut: Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) atau Masyarakat Pengelola Sumber Daya hutan (MPSDH).

Produksi porang masih sekitar 3-5 ton/Ha umbi basah. Ada 5 industri yang mengolah porang menjadi chip atau keripik porang dan tepung porang. Diantaranya CV. Agro Alam Raya, PT ALGALINDO, PT AMBIKO dll. Kebutuhan ke- 5 industri porang tsb diperkirakan sekitar 4.400 ton chip/tahun.

Potensi porang dalam bentuk umbi yang dihasilkan oleh hutan-2 di Jawa Timur baru sekitar 3.000 – 5.000 ton umbi basah dan dengan rendemen 20%, maka produksi chip masih sekitar 600 Kg – 1.000 ton chip. Sedang kebutuhan industry sedemikian besar. Oleh sebab itu perluasan tanaman porang sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan industry sekitar 3.400 ton chip.

Harga umbi saat ini (2009) di hutan- hutan Jawa Timur mencapai Rp. 2.900/Kg. Sedang harga chip sudah Rp. 19.000/kg. Sehingga prospek pengembangan budi daya porang di Jawa Timur sangat menjanjikan.

Yang berminat Hub: Prof. Simon BW FTP UB.

Kategori: Uncategorized